Senin, 18 Maret 2013

BAHAYA MADU


 

Madu, selama ini dianggap sebagai herbal kesehatan yang memberikan banyak manfaat untuk tubuh. Dalam dunia kesehatan madu banyak dipergunakan untuk merawat luka dan juga dapat membuat kulit menjadi lebih halus. Bagi orang dewasa, madu bisa menunjang perombakan sel sel tua dan mempercepat regenerasi sel. Sayangnya keuntungan ini tidak terjadi pada anak di bawah satu tahun. Penggunaan madu berbahaya pada anak-anak ini.
Informasi ini pertama disebutkan oleh seorang dokter bernama, Chris Wagner dari Dallas Childrenâ Medical Center. Beliau pernah memiliki pengalaman merawat seorang bayi di bawah satu tahun yang keracunan madu murni. Menurut Chris Wagner, penggunaan madu murni pada bayi sebelum usia satu tahun sangat beresiko mendapatkan alergi berupa sakit perut, mual, muntah, demam, atau reaksi yang lebih berat seperti sesak napas, tekanan darah rendah, pingsan, hingga gagal jantung. Mengapa?

Penggunaan Madu Murni Merangsang Alergi pada Bayi

Penggunaan madu murni pada bayi bisa menimbulkan efek alergi dikarenakan pada madu murni, belum mengalami proses pasteurisasi. Akibatnya spora dan serbuk sari berpotensi tumbuh di dalamnya.
National Institutes of Health merekomendasikan bila memang diperlukan, sebaiknya penggunaan madu murnidiganti dengan madu yang sudah dipasteurisasi untuk mencegah efek buruk. Namun tetap saja sangat tidak direkomendasikan penggunaan madu murni atau yang dipasteurisasi untuk bayi di bawah 1 tahun. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan alergi yang sangat berpotensi pada bayi.

Spora Botulisme Pada Penggunaan Madu Murni

Berdasarkan peringatan dari Food Standars Agency (FSA), dalam madu terkandung spora botulisme yang bisa menyebabkan penyakit serius. Penggunaan madu murni ini pada beberapa kasus menyebabkan kelumpuhan pada anak satu tahun.
bayi di bawah usia satu tahun tidak memiliki kemampuan untuk melawan spora ini, dikarenakan sistem pencernaan bayi yang belum sempurna dan sangat sensistif. Spora ini juga menghasilkan racun dalam usus. Bayi yang menderita botulisme setelah penggunaan madu murni,  biasanya akan mengalami sembelit, kelemahan otot mulai dari wajah dan kepala. Bayi juga sering menangis lemah, tidak dapat menghisap dan kehilangan ekspresi di wajahnya. Sebagian besar juga mengalami masalah pernafasan.
Walaupun sejarah buruk akibat penggunaan madu murni pada bayi ini terbilang jarang. Namun ada baiknya dihindari. Cukupkan makanan bayi di bawah satu tahun dengan ASI dan pendamping lainnya. Menghindari pemanis dan perasa sebaiknya dihindari, termasuk penggunaan madu murni sebagai pemanis tambahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar